UTHIK-UTHIK
UMING
A. Judul Permainan
“ Uthik-uthik Uming ”
B. Mendefinisikan
judul
Uthik-uthik Uming merupakan sebuah permaianan
tradisional yang membutuhkan pasir dan
sebuah bilah.
C. Peristiwa
yang dilakukan pada waktu permainan peristiwa yang dilakukan yaitu pada waktu
sore hari atau waktu-waktu senggang
D. Latar
belakang sosial budaya Permaianan ini dapat dilakukan oleh anak-anak SD kelas bawah maupun
kelas atas.dan permainan ini lebih mengarah pada afektif, kognitif dan
psikomotor.
E. Sejarah Perkembangannya
Permainan ini asli dari daerah jawa khususnya dari Kabupaten Cilacap dan permaianan ini sudah muncul dari sejak zaman dulu,namun sekarang sudah
jarang dimainkan oleh anak-anak.
F.
Peserta,Pekaku,Jumlah,Jenis usia
Permainan ini pesertanya biasanya
dari anak-anak SD kelas bawah maupun kelas atas,pelaku berjumlah bebas atau
tidak terbatas,tapi biasanya dilakuukan 5-6 anak,Jenis usia yang bermain
sekitar 6-12 tahun. Peralatn yang digunakan Menggunakan pasir dan sebuah bilah
G. Iringan
lagu
Uthik-uthik uming
kedemang
kedeming
uthik-uthik uming kedemang kedeming
sapa sing ngrubuhna kue
sing masang..
H.
Jalannya Permaiaan
Siswa
membuat gunung-gunungan dengan pasir kurang lebih tingginya sekitar 30cm,dan
sebuah bilah yang panjangnya kurang lebih 15cm ditancapkan di puncak
gunung,setelah itu anak-anak menyanyikan lagu sambil menggorek-gorek pasir
secara pelan-pelan dan apabila bilah yang tadi ditancapkan roboh,maka yang
merobohkan bilah tadi yang masang.Setelah itu anak yang masang tadi disuruh
menutupi mata dengan telapak tangan atau kain,kemudian bilah yang roboh tadi
diumpetkan dengan sekepal pasir untuk menutupi bilahnya,mengumpetkannya tidak
boleh jauh-jauh harus dibatasi,setelah itu anak yang masang mencarinya,apabila
bilah yang tadi ketemu maka bilahnya dilemparkan keanak-anak yang lain dan
sambil berlari,apabila ada anak yang kena maka permainannya diulang lagi,dan
apabila bilahnya tidak ketemu-ketemu maka anak yang masang tadi disuruh masang
lagi sampai 3kali,kalau sudah menyerah maka permainan itu diulang kemali dari
awal,begitu seterusnya.
I. Keadaan
saat ini permainan sudah jarang dimainkan oleh anak-anak karena permainan
sekarang banyak yang lebih modern
J. Tanggapan
masyarakat
Permainan ini menarik disamping
tidak membahayakan juga menyenangkan.
CRITI NITI BADUT
A. Judul Permainan
“Criti Niti Badut”
B. Definisi Judul
Permainan ini adalah menggambarkan seperti burung criti yang berterbangan dan apabila berhenti maka untuk dapat terbang lagi dengan disenggol pantatnya dengan pantat temannya seperti badut.
C. Peristiwa dilakukannya Permainan
Biasanya dilakukan pada waktu siang hari atau sore hari ataupun waktu-waktu senggang.
D. Latar Belakang Sosial Budaya
Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak SD dan dimainkan oleh anak-anak dari semua kalangan.,dan dilatar belakangi sosial budaya bahwa dengan sesama teman kita harus saling tolong menolong dan ini lebih mengarah pada afektif dan psikomotorik.
E. Pelaku,Usia,Jumlah,Jenis Kelamin dan Kelompok Sosial
Pelakunya adalah anak-anak SD,dan jenis kelaminnya laki-laki maupun perempuan ,usia 6-13 tahun dan semua kelompok sosial.
F. Peralatan yang digunakan
Tidak Ada.
G. Iringan Lagu
Tidak Ada.
H. Sejarah Perkembangan
Permainan ini mencerminkan perjuangan seseorang untuk keluar dari suatu masalah. Permainan ini sudah ada sejak zaman Indonesia merdeka.
I . Jalannya Permainan
Pertama anak melakukan suit untuk menentukan yang pasang,setelah ada yang pasang,maka yang lain berlari agar jangan sampaik terkena/tersentuh oleh yang pasang. Dan jika sudah lelah berlari mak ia boleh jongkok dan menjadi badut. Supaya tidak mati dan untuk menghidupkan kembali teman yang mbadut maka harus disentuh dengan cara disenggol oleh pantat temannya.
J. Keadaan saat ini
Permainan ini saat ini jarang sekali dilakukan oleh anak-anakkarena semakin banyaknya permainan modern yang lebih baik.
K. Tanggapan Masyarakat
Permainan ini sangat menarik untuk ank-anak larena dapat memacu gerak anak dn menyenangkan.
L . Gambar
BLARAK-BLARAK SEMPAL
A. Judul Permainan
“ Blarak-Blarak Sempal”
B. Definisi Judul
Blarak-blarak sempal merupakan sebuah permainan yang menggunakan sabut/kulit kelapa.
C. Peristiwa yang dilakukan Pada Waktu Permainan
Permain ini biasanya dilakukan pada waktu sore hari untuk mengisi waktu- waktu senggang.
D. Latar Belakan Sosial Budaya
Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak SD baik putra maupun putri baik kelas atas maupun kelas bawah,dan ini lebih mengarah pada afektif.
E. Sejarah Perkembangan
Permainan ini berasal dari Yogyakarta dan sudah ada sejak zaman dahulu.
Dan sekarang sudah jarang dimainkan oleh Anak-anak karena dengan kemajuan zaman yang semakin modern.
F. Peserta,Jumlah,Usia,Kelompok Sosial
Peserta berasal dari siswa-siswi SD baik kelas atas maupun kelas bawah,berjumlah 4 orang. Permainan ini biasanya dilakukan dari kalangan bawah dan menengah.
G. Peralatan yang Digunakan
Permainan ini mwnggunakn sabut/kulit kelapa.
H. Iringan Lagu
Blarak-blarak sempal
Dienciki mental-mental
Legendri tak pancale
Kaki bangsat doyan lele
I. Jalan Permainan
-Siswa setiap kelompok terdiri dari 4 anak,dan setiap kelompok harus mempunyai kulit kelapa sebagai tempat tungkai agar tidak sakit.
-Permainan ini 2 siswa duduk berselunjur dan saling berhadapan dan tungkai diletakan ditengah-tengah sepet/kulit kelapa tersebut. Kemudian 2 siswa berdiri diantar 2 siswa yang duduk.
-Lalu siswa saling memegang tangan dengan siswa lainnya atau dikaitkan,jangan sampai lepas karena kalau sampai lepas yang duduk bisa jatuh.
-Permainan ini dengan berusaha mengangkat teman yang sedang duduk tadi kemudian cara mengangkatnya langsung diputar.
-Jika yang duduk sudah lelah,maka bergantian, yang duduk menjadi berdiri dan sebaliknya,begitu seterusnya.
J. Keadaan Saat Ini
Permainan in sudah jarang dilakukan bahkan mungkin sekarang sudah tidak ada.
K. Tanggapan Masyarakat Saat Permainan ini Dilakukan
Masyarakat menanggapi dengan baik,karena mengingat bahwa di Indonesia banyak memiliki permainan tradisional yang disetiap daerah berbeda-beda. Saat ini pun masih ada siswa yang mau mendalami permainan tradisional ini namun sudah jarang sekali dimainkan karena dengan kemajuan zaman.
L. Gambar